Tools Review

OBS Studio 33.0.0: CEF 150, Folder Plugin Baru, dan NVENC di Arm64

OBS Studio 33.0.0: CEF 150, Folder Plugin Baru, dan NVENC di Arm64

OBS Studio 33.0.0 dirilis 23 Oktober 2026 dan membawa tiga perubahan besar sekaligus: mesin browser CEF naik dari 127/6533 ke 150/7871, tata letak folder plugin dirombak, dan NVENC akhirnya aktif di Arm64. Rilis ini juga mencabut dukungan Ubuntu 24.04, jadi pengguna Linux perlu memeriksa ulang paket sebelum menekan tombol upgrade. Catatan lengkap perubahan ada di halaman rilis resmi proyek.

TL;DR

  • CEF melompat dari 127 ke 150, setara naik dari rilis Juli 2024 ke September 2026.
  • Plugin pihak ketiga punya lokasi baru, tapi folder lama masih dibaca sampai OBS 34.0.
  • NVENC kini tersedia di Arm64, dan Ubuntu 24.04 tidak lagi didukung.
  • Browser source adalah area paling berisiko, jadi uji dulu sebelum dipakai siaran produksi.

Apa yang berubah pada CEF di OBS Studio 33.0.0?

CEF atau Chromium Embedded Framework naik dari versi 127/6533 ke 150/7871. Itu artinya mesin di balik browser source dan panel dock berpindah dari basis Chromium Juli 2024 ke basis September 2026, sekitar 23 rilis mayor Chromium dilewati dalam satu langkah.

Perubahan sebesar ini tidak mungkin bebas risiko. Tim OBS menyebut seluruh pekerjaan berada di sisi backend dan seharusnya tidak terlihat pengguna, tetapi mereka secara eksplisit meminta pengguna melaporkan keanehan pada browser source. Permintaan itu bukan formalitas. Browser source dipakai untuk overlay donasi, widget chat, alert, dan halaman dashboard yang memanggil JavaScript modern. Ketika mesin browser berubah dua tahun, ada tiga lapisan yang bisa bergeser.

Lapisan pertama adalah rendering. Halaman yang dulu tampil benar bisa berubah karena perubahan perilaku compositing atau font fallback. Lapisan kedua adalah media. Autoplay, codec video, dan WebRTC di Chromium 150 punya kebijakan yang berbeda dibanding Chromium 127. Lapisan ketiga adalah izin. Beberapa API yang dulu longgar sekarang membutuhkan gesture pengguna atau header tertentu.

Praktik yang masuk akal: buat scene uji berisi semua browser source yang dipakai, jalankan 30 menit, lalu bandingkan rekaman dengan rekaman versi lama. Kalau overlay bergeser satu atau dua piksel, itu masih wajar. Kalau widget berhenti memuat data, berarti ada API yang berubah dan penyedia widget perlu diberi tahu. Detail teknis ada di pull request nomor 13900 pada repositori OBS.

Kapan plugin pihak ketiga harus pindah ke folder baru?

Plugin pihak ketiga sebaiknya dipindahkan sekarang, tetapi tidak wajib. Tim OBS menyatakan plugin lama tetap dimuat dari lokasi legacy sampai OBS Studio 34.0, jadi versi 33.0.0 adalah masa transisi, bukan tenggat mendadak.

Perombakan ini tercatat di pull request 13594 dan melibatkan dua pengembang. Plugin first-party sekarang dikumpulkan di folder bernama core. Plugin pihak ketiga mendapat lokasi instalasi dan struktur folder baru yang lebih rapi. Tujuannya jelas: memisahkan komponen yang ikut dirilis tim inti dari komponen yang dipasang pengguna, sehingga konflik versi lebih mudah dilacak.

Yang perlu diperhatikan, installer plugin lama mungkin masih menulis ke folder legacy. Kalau pengguna memindahkan file secara manual tanpa memperbarui installer, pembaruan plugin berikutnya bisa mengembalikan file ke lokasi lama dan menciptakan dua salinan. Dua salinan dengan nama library yang sama adalah resep crash saat start.

Urutan yang aman: catat daftar plugin yang terpasang, cek apakah pembuat plugin sudah merilis versi dengan dukungan struktur baru, lalu pasang ulang lewat installer resmi alih-alih menyalin folder. Kalau pembuat plugin belum memperbarui, biarkan di lokasi legacy. Tidak ada alasan untuk buru-buru selama batasnya masih 34.0.

AspekSebelum 33.0.033.0.0 dan sesudahnya
Mesin browserCEF 127/6533, basis Juli 2024CEF 150/7871, basis September 2026
Plugin first-partyTersebar di folder plugin utamaDikumpulkan di folder core
Plugin pihak ketigaSatu lokasi lamaLokasi baru, lokasi lama masih dibaca sampai 34.0
NVENC di Arm64Belum tersediaAktif
Ubuntu 24.04DidukungDukungan dicabut

Apakah Ubuntu 24.04 masih didukung di OBS Studio 33.0.0?

Tidak. Dukungan untuk Ubuntu 24.04 dicabut di rilis 33.0.0, dan itu tertulis eksplisit di daftar perubahan resmi. Pengguna yang masih memakai 24.04 perlu memahami konsekuensinya sebelum upgrade.

Mencabut dukungan bukan berarti aplikasi langsung mogok di mesin itu. Artinya tim OBS tidak lagi menguji kombinasi tersebut, tidak lagi menyediakan paket resmi untuk distribusi itu, dan tidak akan menelusuri bug yang hanya muncul di sana. Dalam praktik, aplikasi bisa jalan beberapa bulan lalu rusak diam-diam ketika sebuah dependensi sistem naik versi.

Untuk pengguna Linux, ada dua jalur. Jalur pertama naik ke rilis Ubuntu yang lebih baru agar tetap menerima paket resmi. Jalur kedua tetap di 24.04 dengan paket Flatpak, yang membawa dependensinya sendiri sehingga tidak terlalu bergantung pada library sistem. Jalur kedua lebih aman untuk mesin yang tidak boleh diubah, dengan konsekuensi ukuran unduhan lebih besar dan akses perangkat kadang butuh konfigurasi tambahan.

Yang perlu dihindari adalah mencampur keduanya. Instalasi Flatpak dan instalasi paket sistem di mesin yang sama bisa berebut akses ke perangkat penangkap layar, dan gejalanya sulit dilacak karena keduanya terlihat seperti OBS yang sama.

Bagaimana urutan aman upgrade ke 33.0.0?

Urutan amannya: ekspor profil dan scene, rekam baseline, perbarui, lalu bandingkan hasilnya. Jangan upgrade di malam ketika ada jadwal siaran yang tidak bisa digeser.

  1. Ekspor profil dan koleksi scene lewat menu Scene Collection, simpan ke folder di luar direktori konfigurasi OBS.
  2. Rekam 5 menit dengan scene yang paling sering dipakai, termasuk semua browser source dan satu sumber kamera.
  3. Catat versi plugin yang terpasang beserta lokasinya, karena struktur folder berubah di rilis ini.
  4. Perbarui OBS, lalu jalankan Safe Mode sekali untuk memastikan aplikasi bisa start tanpa plugin pihak ketiga.
  5. Rekam ulang 5 menit dengan scene yang sama, lalu bandingkan audio, posisi overlay, dan kualitas enkoder.

Langkah Safe Mode penting karena rilis ini juga mengubah cara encoder yang hilang ditangani saat profil dimuat. Ada pemeriksaan baru yang memberi tahu kalau encoder yang dipakai profil tidak tersedia. Itu perbaikan, tetapi pada mesin yang pluginnya belum kompatibel, peringatan itu bisa muncul beruntun dan membuat start terasa lambat.

Apa dampak NVENC di Arm64 untuk perekaman?

NVENC di Arm64 berarti perangkat berbasis Arm yang memiliki GPU NVIDIA kini bisa memakai enkoder hardware, bukan hanya enkoder software. Dukungan ini masuk lewat pull request 13827 dan menyasar mesin seperti workstation Arm dengan kartu grafis diskrit, bukan ponsel atau single board computer biasa.

Bagi sebagian besar pengguna x86, perubahan ini tidak terasa. Bagi yang merakit mesin Arm untuk siaran, perbedaannya besar: enkoder software membebani CPU inti dan menaikkan suhu, sementara enkoder hardware memindahkan pekerjaan ke GPU dan menyisakan CPU untuk aplikasi lain.

Rilis ini juga menambahkan dukungan untuk SDK NVIDIA Broadcast terbaru, yang dipakai untuk efek audio dan video berbasis AI. Kalau efek tersebut sebelumnya terasa berat di mesin kelas menengah, versi SDK yang lebih baru biasanya memindahkan sebagian beban ke tensor core. Klaim performa spesifik tetap harus diukur di mesin masing-masing, karena hasilnya bergantung pada seri GPU dan driver.

Bug apa saja yang diperbaiki di rilis ini?

Ada belasan perbaikan, dan tiga di antaranya paling relevan untuk operator siaran harian: crash saat memulai di macOS 27.2, offset B-frame AMF yang bisa memutus stream, dan sumber PipeWire yang terduplikasi di studio mode.

Masalah AMF layak digarisbawahi karena dampaknya langsung terasa di penonton. Offset B-frame yang salah membuat encoder mengirim frame dengan urutan timestamp keliru, dan sebagian platform streaming meresponsnya dengan memutus koneksi. Kalau ada laporan stream terputus acak di mesin AMD, ini kandidat penyebab pertama yang perlu diperiksa.

Perbaikan lain menyentuh hal yang lebih kecil tetapi mengganggu: file splitting untuk Hybrid MP4 dan MOV, deadlock saat tugas video dan audio berjalan bersamaan, serta crash ketika sumber USB mic dicabut di Linux. Ada juga perbaikan pada spinbox angka, di mana mengetik dulu kadang diblokir dan nilai terpotong. Sekarang nilai baru diterapkan setelah menekan Enter, dan Enter tidak lagi menutup jendela.

Apakah pengaturan snapping berubah?

Ya, snapping sumber di preview diperbarui. Sumber kini menempel sepanjang sumbu, bukan hanya ketika tepinya bersentuhan langsung, ada indikator visual baru, dan sumber yang disembunyikan tidak lagi menjadi target snapping.

Perubahan ini kecil di permukaan tetapi menghemat banyak gerakan mouse. Sebelumnya, menyelaraskan dua sumber yang tidak bersentuhan menuntut zoom dan pengukuran manual. Sekarang garis bantu muncul selama sumbu sejajar. Efek sampingnya, sebagian pengguna merasa snapping terlalu agresif pada tata letak yang sengaja dibuat sedikit miring. Menahan tombol Alt saat menyeret masih menjadi cara standar untuk melewatinya.

Untuk tim yang mengelola banyak mesin, rilis ini menambah satu hal praktis: pemeriksaan encoder yang hilang saat profil dimuat. Gejalanya dulu membingungkan, rekaman berjalan tetapi hasilnya kosong karena encoder yang dirujuk profil sudah tidak ada. Sekarang pesan kesalahan muncul lebih awal, sehingga masalah bisa ditelusuri sebelum siaran dimulai. Perubahan kecil seperti ini yang membuat versi 33 layak dipasang lebih cepat, asal pengujian browser source tidak dilewati.

FAQ

Apakah OBS 33.0.0 menghapus plugin yang sudah terpasang?

Tidak. Plugin di lokasi lama tetap dimuat sampai OBS Studio 34.0. Yang berubah adalah lokasi resmi untuk instalasi baru, jadi plugin lama berjalan dalam mode kompatibilitas selama satu siklus rilis.

Berapa besar risiko memakai browser source setelah upgrade?

Risikonya sedang, bukan nol. Mesin browser melompat sekitar 23 rilis mayor, jadi overlay yang memakai API baru atau codec tertentu perlu diuji ulang sebelum dipakai di siaran yang tidak boleh gagal.

Apakah pengguna Ubuntu 24.04 harus pindah distribusi?

Tidak harus. Pilihannya naik ke rilis Ubuntu yang lebih baru agar tetap memakai paket resmi, atau tetap di 24.04 dengan Flatpak yang membawa dependensinya sendiri. Keduanya sah, asal tidak dicampur di satu mesin.

Di mana dokumentasi resmi soal lokasi plugin baru?

Tim OBS menyediakan artikel knowledge base khusus untuk lokasi plugin legacy, dan tautannya tercantum di catatan rilis 33.0.0. Artikel itu menjelaskan folder mana yang masih dibaca dan sampai versi berapa.

Apakah NVENC Arm64 otomatis aktif?

Aktif sebagai opsi encoder, tetapi hanya muncul kalau GPU NVIDIA terdeteksi dan driver mendukung. Di mesin Arm tanpa GPU diskrit, pilihan itu tidak akan tampil dan enkoder software tetap dipakai.

💬 Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama! 💬

Komentar akan muncul setelah moderasi.