Katalog Known Exploited Vulnerabilities milik CISA mencapai 1.768 entri pada versi 2026.11.04, dirilis 4 November 2026 pukul 20:00 UTC. Sebanyak 38 kerentanan ditambahkan sejak 1 Oktober 2026, dengan Plex menjadi vendor paling sering muncul (4 entri), disusul Ivanti (3 entri) dan lima vendor masing-masing 2 entri. Semua angka di artikel ini dibaca langsung dari berkas feed JSON resmi katalog tersebut pada 6 November 2026.
TL;DR
- Katalog KEV CISA berisi 1.768 entri per versi 2026.11.04 yang terbit 4 November 2026.
- 38 kerentanan ditambahkan sepanjang 1 Oktober sampai 4 November 2026.
- Vendor terbanyak pada periode itu: Plex (4), Ivanti (3), lalu Cisco, PHP Group, Fortinet, Ahsay, dan Zammad masing-masing 2.
- Katalog ini hanya memuat kerentanan yang sudah terbukti dieksploitasi di lapangan, bukan seluruh kerentanan yang ada.
- Nilai praktisnya untuk tim kecil: katalog ini berfungsi sebagai daftar prioritas patch yang jauh lebih pendek daripada seluruh feed CVE.
Bagi tim yang tidak punya program vulnerability management penuh, katalog KEV adalah alat yang paling murah untuk dipakai. Alasannya sederhana: dari puluhan ribu CVE yang terbit setiap tahun, hanya sebagian kecil yang benar-benar dieksploitasi. Katalog ini menyaring daftar itu, dan penyaringan tersebut mengubah pekerjaan yang tadinya terasa mustahil menjadi daftar yang bisa diperiksa satu per satu.
Apa itu katalog KEV dan kenapa beda dari feed CVE biasa?
Katalog KEV memuat kerentanan yang sudah terbukti dieksploitasi di lapangan, sedangkan feed CVE memuat kerentanan yang teridentifikasi, terlepas dari ada tidaknya eksploitasi. Perbedaan ini yang membuat KEV berguna sebagai daftar prioritas, karena setiap entri di dalamnya sudah melewati syarat bukti eksploitasi.
CISA mengelola katalog ini dan menerbitkan halaman katalog yang bisa difilter per vendor, produk, dan tanggal penambahan. Untuk instansi federal Amerika Serikat, katalog ini punya konsekuensi aturan lewat BOD 22-01, sehingga penambahannya diikuti tenggat penanganan. Untuk organisasi di luar cakupan itu, nilai katalog sepenuhnya bersifat teknis: ini daftar hal yang sudah diserang, bukan daftar hal yang mungkin diserang.
Konsekuensi praktisnya penting untuk dipahami. Sebuah CVE dengan skor keparahan tinggi tetapi belum pernah dieksploitasi bisa menunggu jadwal patch normal. Sebuah CVE dengan skor lebih rendah tetapi sudah masuk KEV justru mendesak, karena bukti eksploitasi sudah ada. Banyak tim membalik logika ini dan memprioritaskan berdasarkan skor saja, lalu kehilangan waktu pada kerentanan yang belum pernah dipakai penyerang.
Berapa kerentanan yang ditambahkan pada Oktober 2026?
Ada 38 entri baru antara 1 Oktober dan 4 November 2026. Angka ini lebih kecil dibanding total katalog, tetapi perlu dibaca bersama komposisi vendornya, karena konsentrasi pada beberapa produk menunjukkan pola targeting yang lebih spesifik.
Beberapa entri terbaru pada periode tersebut:
| Tanggal tambah | CVE | Vendor | Jenis masalah |
|---|---|---|---|
| 2026-10-14 | CVE-2026-0322 | Palo Alto Networks | Code injection pada PAN-OS |
| 2026-10-13 | CVE-2026-104935 | Ivanti | Authentication bypass lewat spoofing pada Connect Secure |
| 2026-10-13 | CVE-2026-96951 | Microsoft | Command injection pada Windows |
| 2026-10-04 | CVE-2026-88779 | Citrix | Pembatasan operasi tidak tepat pada NetScaler |
| 2026-10-02 | CVE-2026-102490 | Zammad | Manajemen hak akses tidak tepat |
| 2026-10-01 | CVE-2026-104286 | Fortinet | Path traversal pada FortiMail |
Yang mencolok dari daftar itu adalah dominasi perangkat tepi dan layanan yang menghadap internet: PAN-OS, Connect Secure, NetScaler, FortiMail. Perangkat jenis ini punya dua sifat yang membuatnya menarik bagi penyerang. Pertama, sering dijangkau langsung dari internet sehingga tidak butuh akses awal. Kedua, biasanya memegang kredensial atau sesi yang bisa dipakai untuk bergerak ke dalam jaringan.
Selain entri baru, ada juga kerentanan lama yang baru masuk katalog pada Oktober 2026, misalnya CVE-2015-5477 pada ISC BIND, CVE-2016-3081 pada Apache Struts, CVE-2023-22894 pada Strapi, CVE-2021-3199 pada ONLYOFFICE Docs Server, dan CVE-2015-3306 pada ProFTPD. Semuanya ditambahkan pada 8 Oktober 2026. Masuknya CVE berumur lebih dari sepuluh tahun ke katalog ini menunjukkan satu hal: perangkat lunak lama yang masih terpasang tetap menjadi sasaran, dan eksploitasi yang sudah tersedia bertahun-tahun lalu masih dipakai.
Komposisi vendor pada periode itu juga memberi petunjuk tentang jenis target yang sedang diburu. Plex muncul empat kali, Ivanti tiga kali, lalu Cisco, PHP Group, Fortinet, Ahsay, dan Zammad masing-masing dua kali. Plex dan Ivanti bukan nama yang biasanya muncul di daftar pelatihan keamanan dasar, tetapi keduanya menyimpan hal yang bernilai: pustaka media pribadi pada satu sisi, dan gerbang akses jarak jauh pada sisi lain.
Pola yang sama terlihat pada entri lain. Zammad, yang merupakan sistem tiket layanan, masuk dua kali pada 2 Oktober 2026 lewat CVE-2026-102490 dan CVE-2026-102489, masing-masing menyangkut manajemen hak akses dan session fixation. Dua celah pada produk yang sama dalam satu hari biasanya berarti keduanya ditemukan dalam satu rangkaian pengujian, dan kombinasinya berbahaya: session fixation membuat sesi bisa dibajak, sementara manajemen hak akses yang lemah memperbesar dampak setelah sesi diambil alih.
Untuk tim yang menyusun prioritas, urutan pembacaan yang lebih berguna adalah dari dampak, bukan dari skor. Kerentanan pada sistem tiket dan gerbang akses jarak jauh layak didahulukan karena keduanya sering menjadi titik awal pergerakan lateral: satu memberi akses ke percakapan dan lampiran internal, yang lain memberi akses ke jaringan. Setelah keduanya tertangani, barulah perangkat pendukung lain diperiksa.
💬 Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama! 💬