Canonical merilis Ubuntu 26.04.1 LTS pada 29 September 2026 sebagai pembaruan pemeliharaan pertama untuk rilis jangka panjang Resolute Raccoon. Bagi yang menunggu versi stabil sebelum melakukan upgrade, titik rilis inilah yang biasanya dipilih: seluruh perbaikan yang ditemukan sejak peluncuran April dikonsolidasikan ke satu image installer dan paket yang sudah diperbarui.
Yang membuat rilis ini menarik bukan sekadar angka .1 di belakangnya. Ubuntu 26.04 LTS adalah rilis LTS pertama yang sepenuhnya meninggalkan X.org, membawa GNOME 50, dan mendistribusikan NVIDIA CUDA langsung dari repositori resmi. Berikut rincian perubahannya, apa yang perlu disiapkan sebelum upgrade, dan bagian mana yang paling berdampak untuk pengguna desktop maupun server.
Perpindahan Penuh ke Wayland
Ubuntu 26.04 LTS menyelesaikan peralihan dari X.org ke Wayland yang sudah berjalan bertahap selama beberapa rilis sebelumnya. Dengan GNOME 50 sebagai lingkungan desktop default, konsekuensi praktisnya cukup terasa bagi pengguna sehari-hari:
- Rendering visual lebih halus karena tidak lagi melewati lapisan kompatibilitas X11.
- Dukungan sentuh dan gesture native, bukan lagi hasil terjemahan dari event X.
- Screen tearing hilang tanpa perlu konfigurasi compositor tambahan.
- Per-monitor scaling berjalan benar, termasuk saat monitor berbeda kerapatan dipasang bersamaan.
Dua fitur yang sebelumnya ditandai eksperimental kini berstatus normal: fractional scaling dan variable refresh rate (VRR). Sebelumnya pengguna harus mengaktifkan keduanya lewat perintah gsettings dan menerima risiko artefak; sekarang keduanya tersedia sebagai opsi biasa di pengaturan tampilan.
Canonical juga menyebut optimasi performa menyeluruh, termasuk dukungan driver produksi NVIDIA terbaru, animasi GNOME 50 yang lebih cepat, dan area kerja yang lebih bersih. Bagi pengguna kartu grafis NVIDIA, kabar ini relevan karena jalur Wayland dengan driver proprietary sebelumnya sering jadi sumber masalah.
Perlu dicatat bahwa peralihan ini tidak menghapus X11 sepenuhnya dari ekosistem. Aplikasi lama yang belum punya backend Wayland tetap bisa berjalan lewat XWayland, lapisan kompatibilitas yang menerjemahkan protokol X11 ke Wayland. Kinerjanya memadai untuk sebagian besar aplikasi, tetapi tidak akan pernah sehalus aplikasi native Wayland. Bagi yang memakai perangkat lunak khusus seperti aplikasi CAD atau alat capture tertentu, layak memeriksa apakah aplikasi tersebut sudah punya dukungan native sebelum mengandalkan XWayland untuk jangka panjang.
Aplikasi Default Baru
Beberapa aplikasi bawaan diganti dengan alternatif modern:
- Papers menggantikan pembaca dokumen lama.
- Loupe menjadi penampil gambar default.
- Ptyxis masuk sebagai terminal default.
- Resources menjadi pemantau sistem.
App Center juga dirombak: paket deb dan snap kini tampil berdampingan dalam satu antarmuka. Sebelumnya pengguna harus berpindah antara dua sumber paket yang berbeda; sekarang pencarian dan instalasi berada di satu tempat. Rilis ini juga membawa perbaikan aksesibilitas di Shell dan aplikasi default, langkah yang Canonical sebut untuk memenuhi kepatuhan terhadap regulasi aksesibilitas di berbagai yurisdiksi.
Toolchain dan Dukungan AI
Ubuntu 26.04 LTS mengirimkan toolchain terbaru untuk Python, Rust, Ruby, Go, PHP, dan Perl. Bagi tim yang memelihara proyek lintas bahasa, ini menghilangkan kebutuhan memasang toolchain dari sumber pihak ketiga pada mesin baru. Pengguna juga mendapat akses lebih awal ke pembaruan pustaka dan paket utama.
Perubahan yang paling banyak dibicarakan ada di sisi AI. Ubuntu 26.04 LTS adalah rilis Ubuntu pertama yang mendistribusikan NVIDIA CUDA secara native sebagai bagian dari repositori perangkat lunak resmi. NVIDIA DOCA-OFED untuk jaringan berperforma tinggi tersedia melalui PPA resmi yang dimulai pada rilis ini, dan platform perangkat lunak AMD ROCm juga sudah masuk ke repositori Ubuntu.
Artinya, alur pemasangan kerangka kerja machine learning yang biasanya berisi beberapa langkah manual sekarang bisa dimulai langsung dari repositori distro. Lingkungan seperti OpenCV, TensorFlow, Keras, PyTorch, dan Kubeflow tetap menjadi pilihan utama di bidang data science dan machine learning, dan Canonical memposisikan Ubuntu sebagai sistem operasi yang menargetkan vendor perangkat lunak open source.
Untuk tim yang menjalankan beban kerja AI di laptop pengembangan maupun server, implikasi praktisnya adalah berkurangnya waktu penyiapan. Selama ini memasang driver CUDA di Linux sering melibatkan penambahan repositori pihak ketiga, penguncian versi driver, dan penanganan konflik paket. Dengan CUDA berada di repositori resmi, proses itu menjadi bagian dari alur paket biasa, dan pembaruan keamanan untuk komponen tersebut ikut masuk lewat jalur standar.
Canonical juga menyoroti Workshop, fitur yang memungkinkan peluncuran lingkungan pengembangan tersandbox yang bisa dikomposisi dan direproduksi dengan satu perintah. Konsepnya sederhana: alih-alih memasang seluruh dependensi langsung ke sistem host, pengembang membuat lingkungan terpisah yang identik di setiap mesin. Bagi tim yang memakai alur kerja agen, isolasi ini mengurangi risiko perubahan pada sistem host. Workshop diposisikan sebagai cara menjalankan alur kerja agentic tanpa mengorbankan isolasi host.
Keamanan dan Kepatuhan
Beberapa perubahan keamanan yang perlu diperhatikan administrator:
- Full-disk encryption berbasis TPM kini tersedia secara umum di installer. Enkripsi diikat ke chip TPM perangkat, sehingga disk yang dicuri tidak bisa dibuka di mesin lain. Security Center menjadi control plane untuk memeriksa status enkripsi TPM, mekanisme recovery, status Secure Boot, dan konfigurasi proteksi disk setelah deployment.
- Komponen sistem yang memory-safe bertambah. Ubuntu 26.04 LTS adalah LTS pertama yang menambah jumlah komponen sistem berbasis Rust, termasuk driver dan subsistem kernel baru, serta sudo-rs dan uutils coreutils sebagai implementasi ulang yang memory-safe untuk alat dasar seperti sudo dan ls. Implementasi GNU tetap tersedia demi kompatibilitas.
- Default kriptografi sadar post-quantum. Hybrid post-quantum key exchange aktif secara default, sementara dukungan cipher lama sudah dihentikan sepenuhnya.
- Confidential computing didukung untuk host dan guest pada Intel Trust Domain Extensions dan AMD SEV.
- Livepatch diperluas ke Arm64 untuk pertama kalinya, sehingga server berbasis Arm bisa menambal kernel tanpa reboot.
- authd memungkinkan autentikasi terhadap penyedia identitas cloud seperti Entra ID, Google IAM, dan layanan apa pun yang patuh OIDC, langsung dari repositori resmi.
Eksperimen WSL juga diperbarui dengan cloud-init dan Ubuntu Pro untuk WSL, yang memudahkan penyiapan lingkungan pengembangan Windows-Linux secara otomatis.
Dukungan Jangka Panjang dan Upgrade
Sesuai pola rilis LTS, Ubuntu 26.04 LTS mendapat lima tahun pemeliharaan keamanan standar pada repositori main. Langganan Ubuntu Pro memperluasnya menjadi sepuluh tahun dan mencakup puluhan ribu paket tambahan. Add-on Legacy Support menambah lima tahun lagi, sehingga total komitmen dukungan bisa mencapai lima belas tahun, mencakup rilis hingga 14.04 LTS.
Pengguna Ubuntu 24.04 LTS akan segera diminta melakukan upgrade ke 26.04 LTS langsung dari desktop, baik secara otomatis maupun sebagai bagian dari pembaruan terjadwal. Bagi yang ingin memulai dari nol, image installer 26.04.1 LTS sudah tersedia di halaman unduhan resmi Canonical.
Bagi yang menjalankan versi interim seperti 25.10, jalur upgrade berbeda dan biasanya memerlukan pengaturan tambahan pada berkas release-upgrades. Untuk mesin produksi, praktik yang lazim adalah menunggu rilis .1 seperti ini sebelum memindahkan beban kerja, karena sebagian besar masalah awal sudah diperbaiki pada titik ini.
Catatan Sebelum Upgrade
Sebelum memindahkan mesin produksi, ada beberapa hal yang layak diperiksa. Pertama, perangkat keras lama yang hanya punya driver X11 mungkin tidak berjalan di Wayland; periksa apakah GPU atau perangkat peripheral khusus Anda punya driver Wayland yang matang. Kedua, karena cipher lama sudah dihentikan, layanan internal yang masih bergantung pada TLS versi lama atau cipher legacy berpotensi menolak koneksi setelah upgrade. Ketiga, pada server yang memakai konfigurasi sudo non-standar, peralihan ke sudo-rs perlu diuji lebih dulu di lingkungan staging.
Keempat, perhatikan perubahan pada komponen sistem yang ditulis ulang dengan Rust. Meskipun implementasi GNU tetap tersedia, alat seperti uutils coreutils bisa saja menjadi default di beberapa jalur, dan skrip yang bergantung pada perilaku spesifik implementasi GNU berpotensi menemui perbedaan kecil. Uji skrip otomasi dan alat internal Anda di lingkungan uji sebelum menggulirkan upgrade ke seluruh armada.
Yang Berubah Dibanding 24.04 LTS
Bagi pengguna yang melompat langsung dari 24.04 LTS, jarak perubahannya cukup besar karena melewati dua siklus. Versi desktop berubah dari GNOME 46 ke GNOME 50, dan pada rentang itu GNOME memperkenalkan sejumlah perubahan pada shell, pengelola jendela, serta sistem pengaturan. Beberapa extension pihak ketiga yang bergantung pada API internal GNOME kemungkinan perlu diperbarui sebelum berfungsi kembali.
Di sisi paket, basis sistem bergeser ke versi yang lebih baru untuk hampir seluruh komponen utama: glibc, compiler, runtime bahasa, dan pustaka grafis. Konsekuensinya, aplikasi pihak ketiga yang dibangun untuk basis 24.04 biasanya tetap berjalan, tetapi paket yang dikompilasi khusus untuk versi pustaka lama bisa memerlukan pembangunan ulang.
Perubahan yang paling mungkin dirasakan administrator adalah pada kriptografi default. Karena cipher legacy sudah dihentikan, konfigurasi yang masih mengizinkan protokol lama perlu ditinjau. Untuk layanan yang berkomunikasi dengan perangkat jaringan lama atau perangkat tertanam yang belum diperbarui, ini adalah titik yang paling sering menimbulkan gangguan setelah upgrade.
Strategi Upgrade yang Disarankan
Untuk mesin desktop pribadi, langkah yang aman adalah menyimpan snapshot atau backup berkas penting terlebih dahulu, memastikan ruang disk mencukupi, lalu menjalankan proses upgrade resmi dari tool pembaruan distro. Setelah selesai, periksa daftar extension GNOME yang aktif dan aktifkan kembali satu per satu untuk memastikan tidak ada yang bermasalah.
Untuk server, pendekatan yang lazim adalah tidak melakukan upgrade in-place pada mesin produksi. Sebagai gantinya, siapkan mesin baru dengan image 26.04.1 LTS, pindahkan konfigurasi dan data, uji seluruh layanan, lalu alihkan trafik. Pendekatan ini menghindari risiko konfigurasi lama yang tertinggal dalam keadaan setengah tervalidasi, sekaligus memberi jalur mundur yang jelas bila ada masalah.
Untuk armada yang lebih besar, pengujian bertahap di satu atau dua mesin representatif tetap menjadi syarat sebelum menggulirkan ke seluruh mesin. Mesin representatif berarti mesin yang memakai jenis perangkat keras, driver, dan beban kerja yang sama dengan mayoritas armada, bukan sekadar mesin uji terpisah yang konfigurasinya berbeda.
Kesimpulan
Pembaruan .1 ini memang terlihat kecil dari nomor versinya, tetapi paket perubahannya menyentuh lapisan yang cukup dalam: compositor, toolchain, kriptografi default, dan komponen sistem dasar. Untuk pengguna desktop yang sudah menunggu stabilitas Wayland penuh, rilis ini adalah titik aman untuk melompat. Untuk administrator server, jalur yang lebih hati-hati tetap disarankan: uji di satu mesin representatif sebelum menggulirkan upgrade ke seluruh armada.
Rekomendasi Tools & Layanan
Beberapa layanan yang dipake di panduan ini: free trial Alibaba Cloud (coba gratis, sesuaikan kebutuhan), dan halaman promo terbaru buat cek diskon yang lagi jalan bulan ini.
💬 Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama! 💬