Volume CVE belum turun juga. Data yang ditarik dari API NVD 2.0 pada 21 September 2026 pukul 03:04 WIB mencatat 4.982 CVE dalam tujuh hari terakhir. Di sisi lain, katalog Known Exploited Vulnerabilities (KEV) milik CISA versi 2026.09.18 berisi 1.716 entri, dan tiga di antaranya ditambahkan pada 18 September dengan target yang sama: kernel Linux. Semua angka di artikel ini diambil langsung dari feed resmi beserta tanggal penarikannya, supaya bisa di-check ulang siapa pun.
TL;DR
- Data NVD 2.0 yang ditarik pada 21 September 2026 pukul 03:04 WIB mencatat 4.982 CVE dalam tujuh hari terakhir.
- Katalog CISA KEV versi 2026.09.18 berisi 1.716 entri, dan tiga di antaranya ditambahkan pada 18 September dengan target kernel Linux.
- Ketiga CVE kernel Linux tersebut, yaitu CVE-2025-39964, CVE-2026-53266, dan CVE-2025-39682, memiliki dueDate 2026-09-21.
- Dari total 1.716 entri KEV, Microsoft memimpin dengan 388 entri, disusul Cisco 99 dan Apple 94.
- Total entri KEV bertanda ransomware Known mencapai 360, dan 26 di antaranya ditambahkan sepanjang 2026.
Ringkasan angka hari ini
| Metrik | Nilai | Sumber dan tanggal ambil |
|---|---|---|
| CVE 7 hari terakhir | 4.982 | NVD 2.0 API, diambil 2026-09-21 03:04 WIB |
| Total entri CISA KEV | 1.716 | Feed KEV, catalogVersion 2026.09.18 |
| Tambahan sejak 14 September | 7 | Field dateAdded pada feed |
| Tambahan sepanjang September | 29 | Field dateAdded, sejak 2026-09-01 |
| Tambahan sepanjang 2026 | 232 | Field dateAdded, sejak 2026-01-01 |
| Entri bertanda ransomware Known | 360 | Field knownRansomwareCampaignUse |
Satu hal yang perlu dibaca pelan-pelan: 1.716 itu total katalog sejak 2021, bukan jumlah vulnerability baru. Yang menarik justru bagian kecilnya, yaitu tambahan mingguan, karena CISA tidak memasukkan sesuatu ke KEV tanpa bukti eksploitasi di dunia nyata.
Entri terakhir, dan kenapa kernel Linux menonjol
Pada 18 September ada tiga CVE kernel sekaligus masuk katalog:
CVE-2025-39964, race condition pada penulisan bersamaan ke soket AF_ALG. Deskripsi resminya menyebut data bisa tercampur dan meninggalkan state internal soket yang tidak konsisten.CVE-2026-53266, out-of-bounds write di kernel.CVE-2025-39682, improper check for unusual or exceptional conditions.
Tenggat aksi (dueDate) untuk ketiganya ditulis 2026-09-21, yaitu hari ini. Perlu dicatat: dueDate CISA mengikat instansi federal AS, bukan perusahaan swasta di Indonesia. Field itu tetap berguna sebagai penanda urgensi, karena tenggat tujuh hari berarti CISA menganggap eksploitasi di lapangan sudah terbukti.
Sebelumnya, pada 8 sampai 16 September, katalog juga menampung CVE untuk Google Pixel, Cisco Identity Services Engine, Acronis Backup, Cisco Secure Email Gateway dengan kategori SQL injection, ConnectWise ScreenConnect, dua entri JFrog Artifactory dengan dueDate 2026-09-25, GitLab Community dan Enterprise Edition, dua entri MikroTik RouterOS, Citrix NetScaler, Fortinet, Chromium V8, Cisco Firewall Management Center, Adobe Commerce dan Magento, N-able N-central, serta dua entri Microsoft Windows. Pola yang kelihatan: perangkat manajemen, seperti firewall console, backup server, CI, dan registry, lebih sering masuk daripada aplikasi bisnis biasa.
Distribusi vendor: siapa paling sering muncul
Dari 1.716 entri, berikut vendor dengan jumlah terbanyak sepanjang sejarah katalog:
| Vendor | Jumlah entri |
|---|---|
| Microsoft | 388 |
| Cisco | 99 |
| Apple | 94 |
| Adobe | 81 |
| 75 | |
| Oracle | 46 |
| Apache | 40 |
| Ivanti | 35 |
| Linux | 31 |
| Fortinet | 30 |
Kalau melihat jendela September 2026 saja, urutannya berubah: Linux, Google, Cisco, dan JFrog masing-masing menyumbang tiga entri, disusul MikroTik dan Microsoft dengan dua. Vendor besar menang secara kumulatif karena basis instalasinya, tapi tren bulanan lebih jujur sebagai dasar prioritas patch mingguan.
Kenapa kernel di server sendiri sering tertinggal
Mayoritas workload backend Indonesia jalan di VPS Linux, dan patch kernel punya sifat yang beda dari patch aplikasi: butuh reboot supaya benar-benar aktif. Tiga konsekuensi praktis:
- Kernel lama tidak otomatis hilang. VPS dengan image distro yang jarang di-update bisa tetap menjalankan kernel berbulan-bulan lebih tua dari rilis patch. Cek dengan
uname -r, lalu bandingkan dengan changelog distro. - Live patch jadi opsi. Beberapa distro menyediakan live kernel patching untuk kelas CVE tertentu sehingga tidak perlu reboot tiap ada update kernel. Trade-off-nya: reboot berkala tetap dibutuhkan untuk patch yang menumpuk.
- Container tidak mengisolasi kernel. Satu host, banyak container, satu kernel. CVE kernel yang bisa dipakai untuk escape tetap berbahaya walau semua image sudah di-rebuild.
Untuk kasus AF_ALG, modul socket kriptografi kernel adalah permukaan serangannya. Kalau lingkungan tidak butuh antarmuka itu, memblokir modul terkait adalah mitigasi sementara yang umum dilakukan sambil menunggu kernel di-update. Pastikan lebih dulu tidak ada layanan yang memakainya.
Cara tracking sendiri, tanpa buka browser
Dua endpoint cukup untuk radar harian, dan keduanya terbuka:
curl -s https://www.cisa.gov/sites/default/files/feeds/known_exploited_vulnerabilities.json | jq -r '.vulnerabilities[] | select(.dateAdded >= "2026-09-01") | [.dateAdded, .cveID, .vendorProject, .product, .dueDate] | @tsv'curl -s "https://services.nvd.nist.gov/rest/json/cves/2.0?pubStartDate=2026-09-14T00:00:00.000&pubEndDate=2026-09-21T00:00:00.000&resultsPerPage=1" | jq .totalResultsQuery kedua hanya mengirim satu baris hasil karena yang dibutuhkan field totalResults. Tanpa API key, NVD membatasi lima request per 30 detik, jadi simpan hasilnya ke cache alih-alih menembak berulang. Untuk pipeline yang lebih tertarget, ganti filter ke produk yang benar-benar dipakai, misalnya nginx, PostgreSQL, atau OpenSSL, lalu cocokkan dengan versi yang jalan di produksi. Tanpa pencocokan itu, laporan harian cuma jadi kebisingan.
Checklist tujuh hari untuk tim kecil
- Hari 1. Tarik feed KEV, filter tujuh hari terakhir, tandai yang relevan dengan stack sendiri.
- Hari 1. Catat
uname -rdan versi paket utama di semua host produksi ke satu file. - Hari 2. Jadwalkan reboot untuk host yang kernel-nya lebih tua dari patch CVE terkait.
- Hari 3. Update basis image yang dipakai proses build, bukan hanya container yang sedang jalan.
- Hari 4. Cek apakah ada panel manajemen yang terbuka ke publik, lalu tutup dari internet kalau bisa.
- Hari 5. Verifikasi backup bisa di-restore. Patch yang gagal lebih murah daripada restore yang gagal.
- Hari 6-7. Rapikan catatan: CVE mana yang sudah dimitigasi, mana yang menunggu, dan siapa yang memutuskan.
Urutannya sengaja bukan yang ber-skor CVSS tertinggi lebih dulu, tapi yang paling mungkin dijangkau dari luar lebih dulu. Skor tinggi di mesin yang tidak pernah online tidak seberbahaya skor sedang di panel admin yang aksesnya publik.
💬 Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama! 💬