Backblaze merilis laporan Drive Stats kuartal kedua 2026 pada 29 September 2026. Laporan ini rutin dipublikasikan setiap kuartal dan menjadi salah satu sumber data kegagalan hard drive paling terbuka di industri: perusahaan menjalankan armada penyimpanan skala besar, mencatat setiap kegagalan drive, lalu menerbitkan angkanya untuk umum. Bagi siapa pun yang mengelola penyimpanan, datanya berguna sebagai referensi empiris, bukan sekadar klaim pemasaran.
Laporan kuartal ini mencakup periode 1 April sampai 30 Juni 2026. Selama periode itu, Backblaze memantau 359.101 drive. Sebanyak 3.881 di antaranya adalah boot drive dan 705 hard drive tidak memenuhi kriteria inklusi, sehingga total drive yang dianalisis menjadi 354.415 unit. Berikut ringkasan angkanya, model yang menonjol di kedua ujung spektrum, dan diskusi teknologi penyimpanan yang dibahas di bagian akhir laporan.
Angka Utama Kuartal Ini
Annualized Failure Rate (AFR) kuartal ini adalah 1,73 persen. Menurut Backblaze, angka ini yang tertinggi sejak beberapa kuartal terakhir. Sementara itu, AFR lifetime atau angka kegagalan sepanjang usia armada tercatat 1,41 persen, naik tipis dari kuartal sebelumnya.
Perbedaan antara angka kuartalan dan lifetime penting dipahami. AFR kuartalan mencerminkan performa pada satu jendela waktu tertentu dan mudah terpengaruh oleh drive berusia tua atau model dengan jumlah unit kecil. AFR lifetime menghitung rata-rata sepanjang seluruh riwayat armada, sehingga lebih stabil dan lebih representatif untuk menilai keandalan jangka panjang. Kenaikan AFR kuartalan tidak otomatis berarti kualitas drive menurun; ia bisa juga merupakan efek komposisi armada yang menua.
Backblaze juga menerapkan kriteria inklusi yang ketat. Untuk tabel kuartalan, sebuah model harus punya lebih dari 100 drive dan lebih dari 10.000 drive days. Untuk tabel tahunan, syaratnya lebih dari 250 drive dan 50.000 drive days. Untuk tabel lifetime, lebih dari 500 drive dan 100.000 drive days. Tujuannya adalah menghindari kesimpulan dari sampel kecil, karena satu kegagalan pada armada berisi sepuluh drive bisa menghasilkan AFR yang tampak dramatis padahal tidak bermakna.
Model yang Menonjol
Beberapa model menarik perhatian di kedua ujung spektrum. Tabel berikut merangkum sebagian di antaranya:
| Model | Kapasitas | Jumlah Drive | AFR Kuartalan |
|---|---|---|---|
| WDC WUH722222ALE6L4 | 22 TB | 45.665 | 0,55% |
| Toshiba MG11ACA24TE | 24 TB | 9.620 | 0,58% |
| Seagate ST16000NM001G | 16 TB | 35.100 | 0,65% |
| Toshiba MG08ACA16TA | 16 TB | 39.932 | 1,01% |
| HGST HUH721212ALN604 | 12 TB | 9.694 | 7,63% |
| Seagate ST14000NM0138 | 14 TB | 1.235 | 8,26% |
| Seagate ST10000NM0086 | 10 TB | 965 | 9,33% |
Seagate mendominasi daftar tanpa kegagalan kuartal ini. Tiga model tercatat nol kegagalan: ST8000NM000A berkapasitas 8 TB, ST12000NM000J berkapasitas 12 TB, dan ST14000NM000J berkapasitas 14 TB. Satu model lagi, ST16000NM000J berkapasitas 16 TB, hanya mencatat satu kegagalan. Backblaze menyebutnya sebagai clean sweep oleh Seagate pada kuartal ini.
Di ujung sebaliknya, ada tiga model yang dikategorikan sebagai outlier, yaitu drive dengan AFR di atas 6,95 persen menurut analisis kuartil. Ketiganya adalah HGST HUH721212ALN604 12 TB dengan AFR 7,63 persen, Seagate ST10000NM0086 10 TB dengan AFR 9,33 persen, dan Seagate ST14000NM0138 14 TB dengan AFR 8,26 persen.
Backblaze menjelaskan penyebabnya dengan cukup jelas. Drive HGST tersebut sudah berusia hampir tujuh tahun, dan drive Seagate 10 TB berusia hampir delapan setengah tahun. Sementara itu, dua model Seagate lainnya punya jumlah unit yang relatif kecil: 965 unit untuk drive 10 TB dan 1.235 unit untuk drive 14 TB. Dengan armada sekecil itu, 22 dan 25 kegagalan sudah cukup untuk menghasilkan AFR yang tinggi. Ini contoh persis mengapa kriteria inklusi minimum penting, dan mengapa angka AFR sebaiknya selalu dibaca bersama jumlah unitnya.
Selain tiga outlier, ada tujuh drive lain yang masih mencatat AFR di atas 3,0 persen. Artinya, 10 dari 31 drive dalam tabel kuartalan memiliki AFR di atas ambang tersebut. Backblaze mencatat bahwa distribusi ini condong ke sisi tinggi dibanding kuartal-kuartal sebelumnya, dan hal itu ikut mendorong naiknya rata-rata.
Drive yang Pensiun dan Tren Kapasitas
Kuartal ini, dua model drive resmi dipensiunkan. Pertama, HGST HMS5C4040BLE640 berkapasitas 4 TB setelah hampir sembilan tahun beroperasi. Kedua, HGST HUH728080ALE600 berkapasitas 8 TB setelah hampir delapan tahun. Keduanya adalah drive berkapasitas kecil menurut ukuran saat ini, dan penghentiannya mencerminkan pergeseran bertahap armada ke kapasitas yang lebih besar.
Yang menarik, untuk dua kuartal berturut-turut tidak ada model drive baru yang masuk. Meski begitu, itu tidak berarti tidak ada penambahan unit. Sebagian besar model mempertahankan jumlah unit yang kurang lebih sama, dengan penambahan terkonsentrasi pada drive berkapasitas 20 TB ke atas.
Kelompok drive 20 TB ke atas kini menjadi lebih dari 25 persen dari keseluruhan dataset kuartal ini. Beberapa tahun lalu kelompok ini hanya dianggap keingintahuan; sekarang menjadi bagian signifikan dari armada. Tren ini sejalan dengan arah industri: WD mengumumkan drive UltraSMR berkapasitas 40 TB pada tahun ini, dengan peta jalan yang menunjukkan target 100 TB pada 2029.
CMR, SMR, dan HAMR
Bagian akhir laporan membahas teknologi yang memungkinkan kepadatan lebih tinggi. Hard drive menulis data dalam jalur konsentris, dan setiap jalur biasanya bisa ditulis ulang secara independen. Ada perbedaan ukuran fisik antara head baca dan head tulis: head tulis meletakkan jalur yang lebih lebar daripada yang dibutuhkan head baca untuk membaca kembali.
Pada conventional magnetic recording (CMR), jalur-jalur itu berdampingan dengan ruang pengaman di antaranya. Shingled magnetic recording (SMR) mengubah geometri jalur: jalur-jalur saling tumpang tindih seperti genteng atap. Karena head tulis sudah menulis jalur yang lebih lebar, tumpang tindih sebagian tetap membuat data bisa dibaca, sementara lebih banyak data muat di platter. Menurut laporan tersebut, teknik ini bisa menambah kapasitas sekitar 10 sampai 25 persen tergantung implementasinya.
Komprominya mirip genteng sungguhan: mengubah sesuatu di tengah bisa mengganggu lapisan di atasnya. SMR mengorganisasi jalur menjadi band atau zona, sehingga memperbarui data bisa memerlukan reorganisasi bagian yang lebih besar. Ada beberapa varian SMR yang perlu dibedakan:
- Drive-managed SMR: firmware drive menangani penempatan data dan penulisan ulang band. Tampil sebagai block device biasa bagi host, tetapi performa tulis bisa menjadi tidak dapat diprediksi.
- Host-managed SMR: sistem operasi atau aplikasi menulis data secara berurutan di dalam zona yang ditentukan. Membutuhkan perangkat lunak yang kompatibel, tetapi memberi kontrol lebih besar kepada host.
- Host-aware SMR: mendukung perintah yang sadar SMR sambil mempertahankan sebagian kompatibilitas dengan alur kerja konvensional.
Bagi pusat data, daya tarik SMR lugas: lebih banyak terabyte per slot drive, di ruang rak yang sama, dengan konsumsi daya tingkat drive yang kurang lebih setara. Itu bisa memperbaiki biaya per terabyte sekaligus watt per terabyte tanpa perlu membangun gedung baru. Namun SMR peduli pada bentuk beban kerja. Penulisan berurutan dan bersifat menambah cocok dengan arsitekturnya, sedangkan penulisan ulang kecil yang sering menciptakan lebih banyak pekerjaan. Konsekuensinya, kualifikasi drive SMR bukan sekadar menukar drive, melainkan merencanakan proyek: kapasitas dan AFR tetap penting, tetapi perilaku tulis berkelanjutan, performa rebuild, overhead parity atau erasure coding, firmware, dan perangkat lunak penyimpanan di atasnya juga ikut menentukan.
Laporan juga membahas HAMR (heat-assisted magnetic recording). HAMR adalah teknologi yang memanaskan titik mikroskopis pada platter dengan laser saat data ditulis. Panas itu memungkinkan drive menulis ke grain magnetik yang lebih kecil dan lebih stabil, sehingga jumlah data yang muat di setiap platter meningkat. Sebagian besar platter hard drive tradisional dibangun di atas substrat paduan aluminium, sedangkan kaca menjadi standar pada drive HAMR 2,5 inci dan makin umum pada desain HAMR 3,5 inci berkapasitas tinggi.
Karena SMR dan HAMR menyelesaikan masalah yang berbeda, keduanya bisa dikombinasikan. Jawaban atas pertanyaan SMR atau HAMR, menurut Backblaze, sebagian besar adalah ya, keduanya. Yang perlu dicatat, saat ini tidak ada drive SMR di armada Backblaze, dan tidak ada drive dalam tabel laporan yang bersifat shingled. Namun SMR sedang dikembangkan di seluruh industri, dan tidak hari ini tidak berarti tidak akan pernah.
Bagaimana Membaca Laporan Semacam Ini
Bagi pembaca yang baru pertama kali melihat laporan Drive Stats, ada beberapa hal yang membantu menafsirkan angkanya dengan benar. Pertama, perhatikan kolom jumlah drive. Model dengan armada puluhan ribu unit memberi estimasi AFR yang jauh lebih stabil daripada model dengan armada ratusan unit. Perbedaan satu atau dua kegagalan pada armada kecil bisa mengubah AFR secara drastis.
Kedua, perhatikan usia rata-rata. Kolom ini tersedia di tabel dan sering menjadi penjelasan utama di balik AFR yang tinggi. Drive yang mendekati akhir masa pakainya secara statistik memang lebih sering gagal, dan itu bukan indikasi model tersebut buruk sejak awal.
Ketiga, bandingkan angka kuartalan dengan angka lifetime. Model yang AFR kuartalannya tinggi tetapi lifetime-nya rendah biasanya hanya mengalami kuartal yang kurang beruntung, bukan masalah struktural. Sebaliknya, model dengan AFR lifetime yang konsisten tinggi adalah sinyal yang lebih perlu diperhatikan.
Pelajaran untuk Operator Penyimpanan
Bagi tim yang mengelola penyimpanan, beberapa hal bisa diambil dari laporan ini. Pertama, angka AFR selalu harus dibaca bersama ukuran sampel dan usia drive. Model dengan AFR tinggi pada armada kecil atau drive berusia tua belum tentu lebih buruk daripada model populer berkapasitas besar dengan AFR rendah.
Kedua, kenaikan AFR rata-rata pada kuartal ini sebagian besar berasal dari komposisi armada yang menua dan bukan dari model baru yang bermasalah. Ini pengingat bahwa keandalan bukan hanya soal memilih model yang tepat, tetapi juga soal merencanakan penggantian sebelum drive memasuki usia rawan.
Ketiga, saat mengevaluasi teknologi baru seperti SMR, kualifikasi harus mencakup beban kerja nyata, bukan hanya angka kapasitas dan AFR. Backblaze menegaskan bahwa masuknya SMR ke armada akan ditandai secara eksplisit ketika terjadi, dan itu pendekatan yang masuk akal bagi operator mana pun: catat perubahan teknologi, pisahkan datanya, dan ukur dampaknya secara terpisah.
Dataset lengkap laporan ini tersedia gratis di halaman Hard Drive Test Data milik Backblaze, dengan syarat menyebut Backblaze sebagai sumber bila digunakan, tidak menjual ulang datanya, dan bertanggung jawab sendiri atas cara pemakaiannya. Bagi tim yang membangun model prediksi kegagalan drive atau menyusun kebijakan penggantian perangkat keras, data terbuka semacam ini adalah bahan yang sulit digantikan.
Rekomendasi Tools & Layanan
Mau langsung nyobain AI yang dibahas di artikel ini tanpa setup ribet? AI token plan Alibaba Cloud ngasih akses ke Qwen, DeepSeek, dan model lain lewat satu API — dan platform Qwen buat build agent sendiri. Free tier-nya cukup buat eksperimen pertama.
💬 Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama! 💬